Mengenal Siklus Air Dan Hubungannya Dengan Aktivitas Manusia

Januari 10, 2020 Geografi  No comments

Pergerakan air yang berlangsung secara terus-menerus dari muka bumi hingga atmosfer maupun sebaliknya, memberikan peranan penting bagi kehidupan. Siklus air memiliki beberapa tahapan meliputi, tahapan penguapan, kondensasi, presipitasi, infiltrasi dan aliran permukaan. Tidak semua orang tahu bahwa kuantitas air di muka bumi relatif tetap. Keberadaannya yang dianggap langka karena jumlah penduduk bumi yang semakin meningkat dan beberapa aktivitas manusia yang menyebabkan keberadaannya kian mengkhawatirkan. Berikut beberapa ulasan informasi seputar siklus air.

Fungsi keberadaan air

Manfaat air bagi kehidupan sangatlah vital. Tidak hanya dijadikan sebagai air minum saja. Fungsi lain air dapat digunakan sebagai pengatur keseimbangan suhu, alat transportasi di dalam tubuh, bagi tanaman digunakan sebagai pengaturan tekanan osmosis dan kebutuhan manusia secara umum seperti mandi, memasak dan lain sebagainya.

Sumber

Keberadaan air dapat dijumpai pada tubuh air baik di daratan maupun lautan. Beberapa sumber air yang dapat ditemui berupa aliran permukaan yaitu : sungai, danau, gletser dan mata air. Selain di permukaan, air dapat dijumpai di dalam tanah yang lebih dikenal sebagai akuifer maupun air tanah.

Tahapan singkat siklus air

Berdasarkan proses dan jangka waktunya daur air dapat dibedakan menjadi 3 meliputi, jangka pendek, sedang dan panjang. Setiap siklus memiliki fase penting berupa penguapan, kondensasi, presipitasi dan run off.  Siklus jangka pendek terjadi pemanasan air laut oleh sinar matahari. Uap air tersebut bergerak menuju atmosfer mengalami kondensasi. Pada saat bersamaan terjadi hujan di lautan karena faktor panas matahari dan jenuh air.

Siklus sedang terjadi adanya penguapan secara evaporasi lalu uap air mengalami kondensasi. Setelah itu, mengalami pergerakan ke arah daratan oleh angin. Mulai terbentuknya awan dan air turun di daratan dan kembali lagi ke perairan maupun lautan. Sedangkan siklus panjang bisa terjadi di wilayah gurun maupun gunung es. Proses penguapan berupa sublimasi dengan terbentuknya awan, penurunan salju dan mulai terbentuk aliran es lalu berubah menjadi air dan kembali ke lautan.

Aktivitas manusia yang mempengaruhi keberadaan air

Manusia memiliki peranan penting dalam menjaga alam terutama masalah keberadaan air yang semakin menipis. Sebagian menyadari sehingga melakukan perbaikan lingkungan terutama pengadaan reboisasi di lahan-lahan kritis. Namun, sebagian yang lain malah melakukan pengrusakan beberapa diantaranya melakukan pembalakan liar, eksploitasi hutan secara berlebihan, pembakaran hutan dan pembangunan yang tidak berwawasan lingkungan.

 

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>